Aturan Produksi Ruangan Tekanan Negatif untuk Isolasi Pasien Terinfeksi COVID-19

Aturan Produksi Ruangan Tekanan Negatif untuk Isolasi Pasien Terinfeksi COVID-19 – Di tengah wabah Corona yang semakin parah sekarang ini, berbagai pihak berusaha memberikan kontribusi terbaiknya. Salah satunya ialah produsen fasilitas pelayanan kesehatan yang kemudian meningkatkan produksi ruangan tekanan negatif. Fasilitas ini punya peran sangat penting dalam langkah penanganan COVID-19 saat ini.

Pengertian dan Fungsi

Sebelum penyebaran wabah Corona, fasilitas ruang isolasi sebenarnya sangat dibutuhkan di rumah sakit. Tak hanya Corona, ada beragam jenis penyakit yang juga berpotensi menular dengan mudah. Sebut saja tuberkulosis, HIV/AIDS, cacar air, dan masih banyak lagi jenis penyakit lainnya. Hal ini tentu mendukung pihak rumah sakit mengadakan ruang isolasi khususnya yang bertekanan negatif.

Sebenarnya apa itu kamar isolasi bertekanan negatif? Ini merupakan jenis kamar isolasi yang udaranya memiliki tekanan negatif, artinya udara di luar ruangan punya tekanan yang lebih tinggi. Fungsinya adalah melindungi pasien yang menderita penyakit menular sehingga infeksi penyakit tersebut tidak menyebar ke banyak orang.

Berkebalikan dengan kamar isolasi yang menggunakan tekanan positif. Fasilitas ini dipakai untuk melindungi pasien dari paparan bakteri maupun virus yang ada di luar ruangan. Bisa juga dipahami sebagai ruang steril dan lebih mudah kita temui dalam bentuk ruang operasi di rumah sakit.

Aturan Produksi Ruangan Tekanan Negatif

Aturan Produksi

Produksi ruangan tekanan negatif ini tentu tidak bisa dilakukan asal-asalan. Sudah ada standar yang harus diikuti terkait pembuatan fasilitas kamar isolasi ini. Tentu pihak rumah sakit harus selektif memilih vendor yang menyediakan kamar isolasi dengan desain terbaik sesuai aturan. Berikut adalah beberapa aturan pembuatan kamar isolasi yang penting untuk diperhatikan:

1. Buat dengan Ukuran yang Tepat

Pembuatan ruang isolasi tentu harus memperhatikan luas atau ukurannya. Sudah ada standar yang mengatur berapa minimal luas dari kamar isolasi. Sebaiknya ruangan ini dibuat dengan luas  15 m2 sampai 20 m2. Ini merupakan luas standar yang sudah mencukupi ketersediaan fasilitas serta akses mudah bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

2. Sediakan Manajemen Udara yang Baik

Produksi ruangan tekanan negatif harus melibatkan penerapan manajemen udara yang baik. Seperti diketahui bahwa penularan infeksi COVID-19 saat ini bisa terjadi lewat media udara. Oleh sebab itu aliran udara atau air flow yang diterapkan di kamar ini harus diatur sebaik mungkin.

Kamar isolasi ini harus dibuat kedap udara sehingga tidak disarankan adanya jendela yang bisa terbuka. Selain itu, aliran udara dari dalam ke luar ruangan harus diarahkan ke tempat yang tepat. Tidak boleh ada saluran pembuangan yang mengarah kepada fasilitas umum. Intake udara juga harus dipastikan bekerja dengan baik agar pasien bisa menerima udara segar.

3. Lengkapi Fasilitas Penunjang

Pembuatan kamar isolasi dengan tekanan udara negatif harus memperhatikan kelengkapan fasilitas. Tentunya ruangan ini membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan bangsal biasa karena pasiennya pun juga perlu perawatan khusus. Fasilitas standar yang diperlukan adalah kamar, tempat tidur, toilet pasien dan nakes, anteroom, koridor untuk akses, dan lain-lain.

Sementara itu ruang isolasi juga akan memerlukan fasilitas khusus yang menunjang perawatan pasien. Mulai dari ketersediaan ruang penyimpanan peralatan medis khusus sesuai kondisi pasien, ruang desinfeksi, kamar diskusi medis, serta pos nakes. Dalam proses produksi ruangan tekanan negatif ini rumah sakit bisa berdiskusi dengan vendor agar disediakan fasilitas sesuai kebutuhan.

4. Lakukan Desinfeksi

Ruang isolasi harus selalu dalam kondisi steril. Sebelum digunakan tentu saja ruangan ini harus disterilisasi terlebih dahulu. Desinfeksi sangat penting untuk dilakukan dan harus sesuai prosedur yang sudah diatur sesuai standar. Pihak rumah sakit juga perlu mengatur jadwal desinfeksi berkala untuk memastikan bahwa kamar isolasi memang dalam kondisi steril dan siap digunakan.

Selain desinfeksi secara berkala, penting juga untuk menyediakan fasilitas pendukung yang akan membantu menjaga kondisi ruang tetap steril. Contohnya adalah fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, serta ruang dan wadah khusus untuk menampung APD. Harus ada spot khusus yang digunakan penunggu maupun nakes untuk melakukan sterilisasi diri sebelum menuju area luar.

5. Sediakan Sistem Keamanan Optimal

Kamar isolasi ini juga membutuhkan sistem keamanan yang optimal. Pembuatan ruang isolasi dengan tekanan negatif juga harus dilengkapi dengan sistem keamanan terbaik. Sistem ini akan mendukung proses isolasi berjalan dengan lancar. Penting sekali untuk diketahui bahwa fasilitas kamar isolasi ini memegang peran krusial yang berpengaruh pada keselamatan nyawa banyak orang.

Pada bagian depan kamar isolasi pasien, harus ada keylock switch dan alat indikator suhu, waktu, serta tekanan. Harus ada sistem yang memastikan bahwa ruangan telah terkunci dengan baik. Diperlukan juga sistem akses yang memungkinkan hanya orang-orang tertentu bisa masuk ke kamar tersebut. Selain itu dibutuhkan juga sistem alarm untuk memberi sinyal jika ada kerusakan tertentu.

6. Gunakan Sistem HEPA Terbaik

HEPA atau high-efficiency particulate absorbing juga dibutuhkan di dalam jenis kamar isolasi ini. HEPA merupakan fasilitas penyaring udara dengan efektivitas yang tinggi. Penyaring udara ini jelas harus diaplikasikan di kamar isolasi.  Fungsinya tentu saja adalah menyaring udara sehingga bakteri, debu, maupun virus tidak akan mengkontaminasi area kamar atau luar kamar.

Penggunaan HEPA ini juga harus sangat diperhatikan mengingat fungsinya yang begitu penting. Sistem pemasangan harus disesuaikan dengan desain ruang dan arah aliran udara. Selain itu, HEPA yang dipakai juga perlu menerima perawatan yang tepat mulai dari pembersihan hingga penggantian filter.

Aturan Produksi Ruangan Tekanan Negatif

Pemakaian dan Perawatan

Pembuatan kamar isolasi dengan tekanan negatif ini tentu sangat mempermudah rumah sakit untuk memberi pelayanan terbaik terutama di situasi pandemi. Namun, tak cukup hanya dengan memilih vendor yang berkualitas tetapi rumah sakit juga harus paham prosedur penggunaan. Selain itu kamar isolasi ini juga harus mendapatkan perawatan yang tepat selama digunakan.

Penggunaan kamar isolasi juga memiliki standar sendiri yang penting dipahami oleh nakes serta pasien. SOP penggunaan kamar, lalu lintas menuju kamar, serta penggunaan fasilitas di dalam kamar harus diatur terlebih dahulu. Sebelum kamar isolasi digunakan sebagai tempat perawatan, pihak pasien harus diberikan penjelasan terkait aturan yang berlaku. Termasuk keberadaan pihak penunggu pasien selama dirawat.

Selama masa pemakaian kamar isolasi, harus ada pengamatan dan perawatan yang tepat.  Fasilitas kamar ini melibatkan begitu banyak komponen dan fasilitas keamanan terkait perawatan pasien. Tentunya harus ada pemeriksaan berkala untuk memastikan semua komponen bekerja dengan baik. Hal ini dilakukan untuk memastikan ruang isolasi bekerja efektif dan tetap aman bagi pasien maupun orang lain.

Produksi ruangan tekanan negatif ini tentu harus dilakukan sesuai prosedur demi mendapatkan fasilitas isolasi yang memadai. Kualitas kamar isolasi yang memadai akan membantu perawatan dan penularan lebih terkendali. Jika memang membutuhkan fasilitas ini dengan kualitas terbaik, segera hubungi kami untuk informasi lengkap dan pemesanan.

PEMESANAN

Silahkan hubungi kami untuk pemesanan dan juga konsultasi mengenai Aturan Produksi Ruangan Tekanan Negatif untuk Isolasi Pasien Terinfeksi COVID-19, melalui nomor di bawah ini :

LUKMAN NH
HP/WA 081 288 025 058
E-MAIL Lukman@lukman.co.id

Atau Klik Banner Dibawah

Aturan Produksi Ruangan Tekanan Negatif untuk Isolasi Pasien Terinfeksi COVID-19

Info terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *